hoyajackpot
Jagoanpoker JPpoker

Bispak Palembang Layani Bule Sampai Lemes


 Menelusuri Pelacuran ABG di Palembang, Sumatra Selatan
PALEMBANG, SUMATRA SELATAN

'Membaca' Sinyal di Jl Merdeka

TENGAH hari, sekitar pukul 12.30, saat bubaran sekolah, sejumlah siswi bergerombol di Jl Merdeka. Di antara mereka ada yang memberi sinyal kepada kendaraan pribadi yang melintas.

Apa isyaratnya? Siswi yang masih mengenakan seragam putih abu-abu itu melemparkan senyuman ke arah kendaraan. Begitu disambut dengan klakson dan berhenti agak jauh, dia akan menghampiri dengan sedikit malu-malu.

Salah satu di antaranya, adalah Fitri. ABG berusia 16 tahun, yang tinggal di kawasan Talang Semut, Palembang itu, bercerita hampir setiap hari menjaring mangsa di tempat tersebut.

"Siapa yang tidak tahu Jl Merdeka, sudah terkenal sekali. Dapat dipastikan hampir semua pria yang melintas di jalan itu pada tengah hari, sedang mencari sesuatu yang bisa diajak," kata siswi kelas II sebuah SMU swasta di Palembang itu.

Menurut pengakuan Fitri, dipilihnya teman kencan yang bermobil hanya untuk lebih memudahkan bernegosiasi karena lebih aman dan terlindung kerahasiaan. "Biar begini, kami ini masih punya rasa malu. Harus bedakan dengan WTS," kata Fitri sembari mengepulkan asal rokok mentolnya.

Memang, ciri-ciri gadis ABG yang menjual diri di kawasan Merdeka tidak begitu kentara, apalagi ketika di tengah-tengah gerombolan teman-temannya. Tapi, bila suasana agak sepi, maka tampak kelompok-kelompok remaja putri masih bercengkrama di pinggir jalan. Biasanya mereka ngobrol di bawah pohon sambil melihat orang berlalu lintas. Nah, bila ada mobil jalan perlahan-lahan dan berhenti agak jauh dari tempat mereka, selanjutnya para ABG pelan-pelan sembari malu-malu mendekati mobil tersebut.

Tanpa basa-basi, ABG mereka langsung membuka pintu mobil, seolah-olah mobil jemputannya. "Kami langsung kenalan dan nego tentang tarif," cerita Juli, 15, siswa SMA swasta di Jl Merdeka dengan polos.

Gadis mungil ini mengaku, dirinya biasa dibawa ke sebuah hotel di JL Kol Barlian arah Bandara Sultan Machmud Badarudin II. "Tapi tidak boleh terlalu lama, biar tidak dicurigai orang tua," katanya. Paling lama dia hanya bersedia dibawa selama dua jam.

Hari Sabtu dan Minggu siang mereka agak leluasa. "Habis belajar, aku dan kawan-kawan pasti pergi ke disko pada hari Sabtu. Makanya, dalam tas sudah disiapkan pakaian ganti seperti celana jins dan kaus oblong," kata Fitri yang ditemui di diskotek Hotel Princess, Palembang.
Senada dengan Fitri, rekannya bernama Uci, 15, mengungkapkan, keluyuran di diskotek setiap Sabtu merupakan hiburan semata-mata. "Tapi kalau ada yang mengajak kencan, boleh-boleh saja, asalkan sama-sama memberi keuntungan," ujar Uci.

Ia berterus terang mengenai latar belakang terceburnya dia dan kawannya ke bisnis kenikmatan sesaat ini, karena tergoda ekstasi. Fitri dan Uci bersama tiga kawannya yang ABG di diskotek itu, terus mengoyang-golyangkan kepala dan badannya di tengah ingar bingar musik 'gedek-gedek' (house music), yang sambung-menyambung. Itu tanda mereka sedang triping.

Diskotek tersebut memang 'gudang' gadis ABG. Pekan lalu, saking membludaknya, tak ada ruang lagi, ratusan ABG yang memenuhi diskotek di lantai V, hotel di kompleks pertokoan Ilir Barat Permai itu, tidak leluasa lagi berimprovisasi dalam menggoyangkan badannya. 
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2017. Nonton Film Bokep Online | Gandhool.net - All Rights Reserved |
Template ThemeXpose | Gooyaabi Templates